yah... laptop yang sudah kututup beberapa jam yang lalu aku nyalakan kembali kembali hanya sekedar ingin membagi kegilaanku malam ini..
setelah sesak menangis, kepala menjadi berat karna menangis, mata bengkak karna menagis. hujan turun perlahan. setitik. rintik. guyur. lalu deras.
tak tau dari mana gagasan ini bisa muncul di kepalaku.
ketika hujan deras-derasnya menghentak bumi, aku memilih keluar ke atas dan membiarkan tubuh kurusku dihentak hujan. kubiarkan basah. kupastikan air mata menyatu bersama hujan.
entah untuk apa tujuannya aku lakukan ini. hanya ingin mengalirkan kesedihanku saja. sedih entah karna apa. setidaknya ada yang menemaniku menangis malam ini. hujan menemaniku.
dingin dan aku bergidik dengan tingkah nekat ini. beruntung tetangga tak ada yang melihatku. selain aku dianggap gila pasti mereka akan datang dan menyuruh ibu kosku memastikan apakah aku manusia atau setan.
mandi hujan seperti waktu kecil. rindu akan hal itu diam-diam menyelip. hanya saja yang bedakannya adalah mandi hujanku malam ini agak tak wajar. seperti hilang akal sehat. anggaplah.
kunikmati saat dinginnya sampai badanku menggigil, tulang-tulangku ngilu, nafasku sesak dan kepalaku pusing. berharap aku bisa tidur setelahnya dan bukan malah flu.
seperti sosok dingin menyentuhku.. hujan benar-benar menyuntuhku.. membangkitkan kegilaan didalam diriku.
hampir satu jam saja diatas,, kurasakan cukup. tubuh tipis ini ternyata tak mampu bertahan lebih lama diatas. andaipun bisa, kurasa bukan dalam kondisi sadar, tapi pingsan. malah jadi ribet nantinya.
membersihkan diri, ganti pakaian, keringkan rambut. lalu ku tulis. mungkin beginilah terus nantinya. hanya sebagai rahasia. ya,,, karna hanya sedikit orang yang mengunjungi blogku ini.. bahkan orang-orangpun banyak yang tak tau. yang taupun aku jamin tak pernah menjamahnya. termasuk orang yang aku ceritakan di setiap postinganku.
diluar sana hujan menjadi-jadi. mencoba merayuku untuk keluar dan basah lagi.
cukup untuk hari ini hujan. mungkin lain kali. aku lelah. perutku makin nyeri,, ah iya perutku. setelah ada hasilnya mungkin aku bisa bicara lebih lanjut.
riweuh ya ini hidupku... atau hanya aku yang menganggapnya seperti itu??? ya.. tentu saja hanya aku dan aku sendirilah yang membuatnya begitu rumit.
semoga hujanpun bisa mengalirkan ketegangan hidupku. dan aku bisa lebih lebih lebih lebi santai lagi. semoga saja ya hujan..
hujan.. terimakasih atas buaianmu.















