Pages

Thursday, November 15, 2012

Air Mata Tentang Apa??

Tadinya aku memilih untuk membaca novel yang ku beli beberapa jam yang lalu,, dan mengabiskannya untuk liburku malam ini...

beberapa lembar sudah kubaca sembari menemani kekasihku makan malam, tadi. dan pulang ini aku akan melahap dua novel yang lumayan tebal, niatku.

beberapa lembar selanjutnya aku lewati,, dan tak ada sedikit kaitannyapun dengan novel itu tiba ada yang basah mengalir dari mari mataku. hangat. dan membuat wajahku panas. air mata. aku menangis.

aku coba menyekanya berkali-kali agar tak keluar lagi dan fokus pada bacaanku. tapi tak berhasil, tangisku semakin jadi dan menjadi-jadi.

aku sudah tak berkonsentrasi lagi dengan bacaanku, aku tegakkan dudukku dati posisi tidur. ku atur nafasku agar tak terengah-engah karna tangis. menetralkan pikiranku. dan tangisku pecah bersama hujan. ya, untung ada hujan. yang menyamarkan tangisku. lalu air mataku terus saja mengalir. apa ini?? ada apa denganku??

"kau sedang rindu".. terdengar seperti itu bisikan dari dalam. aku rindu?? ah tangisku makin brutal..

mungkin memang aku sedang rindu.. rindu rumah.. papa.. mama.. aku tangisi saat aku ingat itu.. tapi belum ada rasa lega.. entahlah, aku hanya merasa sepi.. sepi sesungguhnya.

aku sudah sesak nafas karna tangis ini.. bibirku bergetar karna tangis ini.. akhirnya aku tau 70% penyebab tangisku.. keegoisanku. ya, andailah begitu.

seharian, dari semalam kemarin malah aku merasakan kesal. yang aku diamkan dan aku ajak kompromi dengan menyibukkan diri. membenahi kamar, tidur seharian, memutral playlist kesukaanku berkali-kali, makan, belanja. semua aku coba biasakan. aku coba kuatkan. tapi ternyata semakin aku mencoba untuk tegar, untuk kuat, aku semakin merasa aku ini payah, lemah. selangkah aku memasuki kamarku dan sendiri tanpa siapapun, aku menangis sendiri, terisak sendiri. ruang yang "sendiri" ini sudah begitu lama tinggal dan menyeruak ketika dia tau waktu yang tepat.

bagai manusia yang berkepribadian ganda. dua sisi yang berbeda. aku selalu tak mau sendiri dalam waktu apapun. aku takut terlalu sering menangis. aku lelah terus-menerus menangis. menatap buram pandanganku yang ditutupi butiran bening basah. menghabiskan berlembar-lembar tissue untuk menyeka. aku takut jika sewaktu-waktu nanti, aku benar-benar terbiasa dengan sendiri dan tak akan menangisinya lagi. apakah pada saat itu berarti aku tak akan peduli lagi. tolong... aku tak mau itu dan waktu itu terjadi.

tapi aku bisa apa.. jika ini aku suarakan, maka keegoisan malah yang akan timbul, ketidakmengertian, kesalahpahaman, dan "perang dingin" yang akan menyeruak.

aku ingin menjadi sisi yang mengerti, memahami dan "tak menggangu".. untuk menjadi itu apakah pantas aku menunjukkan apa yang aku mau?? menunjukkan opini ketakutanku tadi?? aku rasa itu tak pantas. lalu terus seperti ini?? mungkin. sampai kapan?? aku tak tau. mungkin sampai waktu yang tepat. dan ketika itu, aku berharap aku masih bisa menangis. mengapa harus tetap menangis?? karan dengan menangis aku bisa merasakan hal yang lainnya. aku bisa bahagia, aku bisa cemburu, aku bisa marah, manja, kesal, dan segalanya. karna menurutku menangis tanda dari rasa itu masih ada. dari pada aku tak peduli lagi.

tapi.. apakan dengan aku diam kau akan paham, mengerti dan merasakannya?? mungkin iya, tapi kau akan merasakannya dari segi kekecewaan dan kemarahanku saja. bukan dari kesendirianku. lalu harus bagaimana?? entahlah... mungkin jalani saja. lalu kapan akan berakhir sampai pengertian itu ada??? aku juga tak tau.. mungkin nanti. cepat atau lambat. nanti.

tangis mulai ringan,, tapi hati masih gelisah entah karna apa lagi. apa harus aku biarkan lagi sampai tangis berikutnya pecah, sampai semuanya jelas mengapa.

aku yang menyayangimu. tangisku untuk semua sayangku. untukku yang menyayangimu.

0 comments:

Post a Comment