Aku orang biasa-biasa saja..
tidak ada yang begitu menonjol dari kehidupan ku...
Aku karyawan biasa,,
semua hampir biasa dan membosankan.
sampai kamu dengan keunikanmu menyodorkan tangan untuk memperkenalkan diri.
ya unik.. soo funny.. and i'm fall fall fall in love with him..
hubungan yang biasa saja,,, berteman,, akrab,, menjadi mesra...
begitulah pada saat itu..
aku sama sekali gak tau apapun (bahkan semua)tentang kamu...
---------------***---------------
jalan sama kamu semuanya berubah.. entah itupun apa karena kita baru sam-sama...
setiap waktu yang kita lewati penuh misteri dan tawa..
sampai ada yang basah disudut mataku tentang kamu..
---------------***---------------
pertengkaran kecil yang (selalu dan selalu) aku mulai...
sikap kamu yang (selalu dan terlalu) santai..
pasang surut itu,,, perasaanku,, pekerjaanmu,,
semuanya saling mengisi dalam keadaan yang,,, entahlah bagaimana aku ungkapkan...
dan itulah kenapa aku penasaran,, dan ingin selalu mencintaimu Ga...
Ini tentang hidupku... Nina. Dan kusebut dia belahan jiwaku Ega.
-------------***------------------
Ega jarang -bahkan hampir tidak pernah- marah padaku.. seburuk apapun kelakuanku, dia hanya diam dan bersabar menghadapiku. Berbeda denganku yang semua harus dimulai dengan kecurigaan, marah dan rumit. Ega selalu memberikanku waktu menikmati marahku dengan sendiri, yang sejujurnya aku tak mau. Disaat aku marah, aku ingin ada yang aku marahi,, bukan sendirian. Disinilah permasalahan ini berakar.
--------------***--------------------
-Nina-
Saat membuka mata pagi ini.. Aku lihat masih pukul 05:12. Aku membalikan badan, kulihat Ega masih tertidur pulas dengan setengah memelukku. Pemandangan yang jarang kutemui, tapi ingin aku nikmati setiap kali. Aku tak mau melewati pemandangan ini, aku ambil smartphone-ku untuk sekedar mengabadikan wajah Ega yang begitu dekat dengan wajahku.
"Ga... Kapan kita bisa sama-sama.. hmmm... dalam arti kita hidup bener-bener sama-sama..??" tanyaku sendiri. "Kamu tau sayang,, ini sebenarnya bukan yang aku mau. Ini gak utuh. Bisa jadi, kamu nanti abis nganter aku pulang, memutuskan untuk pergi dari aku. Ga.. Aku takut. Kamu tau itu??" tanyaku lagi "Aku takut bukan karna semua udah terjadi sayang.. Tentang bagaimana nanti aku menghadapi pasanganku selanjutnya nanti. Tapi bagaimana aku bisa hidup tanpa kamu. tentang bagaimana aku meneruskan semua tulisanku tentang kamu". Aku terus berbicara sendiri sambil menelusuri jengkal wajah Ega. Tuhan aku tau aku berdosa, jangan jadikan dosaku sia-sia untuk ini. beginilah aku mencintainya. berbisik dalam hati dan aku menangis.
---------------***---------------
-Ega-
Kulihat sibola bekelku Nina sudah tertidur pulas.. ya mugkin dia lelah setelah aktifitas kami seharian yang kami habiskan bersama dan pekerjaan sepasang kekasih satu jam-an yang lalu. Aku masih belum bisa juga terlelap dan memilih bermain pe es, ya rutinitas sebelum tidur juga sebenarnya. Kupasati wajah Nina yang mungil. "tuhan setan ini sungguh bagai malaikat. Bagaimana aku bisa meninggalkannya?? Atau sekedar membiarkan dia sendiri". Aku tak bisa berjata banyak untu Nina. Aku menyayanginya. Tapi aku belum sanggup untuk hidup bersamanya, betapapun dosa ini terus berjalan. Ini caraku mengikatnya tetap dalam lingkaranku tuhan.
---------------***------------------
Dan begitulah hubungan ku dan Ega.. Satu-satunya yang sudah membuat semuanya berubah, dalam artian,, Hei Nina hidup itu emang begini... Ya... Beginilah.
pekerjaanku dan Ega sangat berbeda.. aku sangat santai dan Ega terlalu banyak urusan.
kami jarang betemu..
Dan ya... seperti pasangan lainnya.. inilah penyebab perkelahian.. masalah kebersamaan.
hanya masalah waktu..
dan inilah puncaknya...
-------------***-----------------
Entah apa yang salah dalam komunikasi kami yang sangat baik dalam menyelesaikan masalah. Setiap ini terjadi kami pasti bisa mengatasinya..
Tapi... pasti teradi lagi. Aku sadar, sesadar mungkin,, ini semua adalah aku yang memulai. Ega.. Aku ga bisa mengakhirinya.. Tuhan.... Akhirilah semua hanya dengan maut. Dengan aku.
0 comments:
Post a Comment