Hal yang aku lakukan saat menutup pintu kosan dan menangis hingga terduduk membelakangi pintu adalah menelpon mama dangan menangis dan kebohongan didalamnya..
seorang anak yang sedang tinggal jauh dengan orang tuanya, tiba-tiba menelpon sambil menangis tentulah membuat mereka khawatir bukan..??
iya,, aku telpon mama sambil sesegukan,, betapa aku bayangkan raut wajah mama yang sedang mendengarkan diseberang telpon sana. mama bilang kenapa nak,, ada apa,,?? aku hanya bisa bilang dengan terbata-bata karna tangis.. ga papa mah, cuma mens adek sakit ma, sakit banget. maap tuhan itu bohongku.. aku hanya ingin ada yang mendengarkanku menangis malam ini. menemaniku melewati sakitnya kenyataan malam ini. kau menemanikukah tuhan setelah semua yang telah aku lakukan. setelah segalanya tuhan.
aku ini setan dalam wujud sempurnamukah tuhan??
dia mungkin benar, semua harus diperbaiki. tapi, dengan apapun itu semua yang dia mulai?? aku terima tuhan jika kondisinya memang begini. kuatkan aku tuhan. mungkin aku salah satu dari ribuan makhluk yang berfikir realistis dalam sepanjang hidupku.
apakah ini buah dari pemikiran realistisku?? aku sukar berpikir dengan hal yang bertele-tele.
lalu tuhan untuk apa aku menangis lagi. mengapa rasanya sakit sekali.
suara mama sedikit menurunkan rasa kesepianku. perasaan sendirir yang tak hentinya datang ketika ini terjadi. berkali-kali.
tuhan. aku tau yang terbaik untukku. engkau, aku mohon dukunglah dengan kemampuanmu itu.
aku tau ini pilihan yang kau sediakan. aku memilih ini, artinya kau harus mendukungku.
sakit ini semoga tak aku keluarkan lagi. hal ini semoga tak terulang lagi. rasa sepi ini semoga bisa aku kendalikan. resah seperti ini semoga bisa aku kurung.
tuhan tolong, saat aku membuka mata esok hari. buatlah keadaanku senormal mungkin seharusnya.
0 comments:
Post a Comment