menulis seperti biasanya,
tertawa seperti biasanya, terlalu berlebih malah..
aku tetap menjadi "aku" yang tak peduli dengan apapun juga,,
esok harinya sku masih seperti biasanya,, lusa, dan seminggu kemudian..
seminggu yang lalu..
aku, kita,, membicarakan hal yang seperti biasanya,
dan berakhir dengan bertangkar seperti biasanya..
aku mengatakan hal yang seperti minggu berlalu, kau pun tak jauuh beda dengannku,,
dan kita akhiri pertengkaran itu dengan saling diam untuk menjernihkan pikiran.
1minggu kemudian..
aku berlari mengejar sebuah kehancuran,, kehancuran kita,,
saat kau bilang selesai maka aku yang hancur duluan,,
aku panik,, linglung bagaimana harus menghadapinya..
tak punya persiapan,,
karen amemang aku tak menyiapkan ini akan terjadi..
7tahun yang lalu,,
aku melihat sosok angkuh dengan senyum menawan,,
langkahnya bagai pegasus berirama,,
aku tau aku suka dia..
5tahun yang lalu..
saat aku yakin akan ini kau pergi,,
ya, untuk sementara waktu..
7bulan yang lalu..
aku menemukanmu beserta cintamu..
secuil rasa darimu,,
ku merasakan hal yang selama ini, yang aku pikir hanya bayangan,,
ternyata ada dikisahku..
3bulan kemudian..
aku menangis tersedu,,, lagi..
saat kali ini kau bilang selesai..
tak bisa sedikitpun aku mengerti,,
aku dan hatiku cukup menunggu lama waktu itu,,
bukan karena aku susah mendapatkanmu,,
tapi karena aku lelah tertutup ilalang diantara kita,,
dan kita terhalangi pembatas yang melibi tembok besar..
2minggu setelah itu..
cuma da pandangan kelu tak berjiwa,,
senyuman kaku tak bergairah..
sekarang..
aku hanya bisa menjalani semuah,, jauh mundur 10kilometer dari biasanya..
aku hanya bisa melakukan hal yang harus kulakukan sebagai rutinitas,,
tanpa jiwa disinaran mata,, tanpa nafsu disebuah senyuman..
berharap kau kembali,, akan kutangkap dan akan ku ikuti jejakmu,,
agar aku tau, kapan kau akan pergi.
dan saat itu kau tak akan pergi.
0 comments:
Post a Comment